Pengendalian Kerusakan Tanah

Lingkungan daratan merupakan gabungan sejumlah ekosistem. Setiap ekosistem terdiri dari bioma – sekelompok hewan dan tumbuhan yang berada atau menempati lokasi geografis tertentu. Banyaknya usaha yang dilakukan pada lingkungan daratan inilah memerlukan upaya-upaya terpadu berupa kajian ilmiah yang diharapkan dapat menjadi landasan untuk membangun secara berwawasan lingkungan serta mengendalikan kerusakan lingkungan. Pentingnya pengendalian kerusakan daratan serta bagaimana mengendalikan kerusakan lingkungan daratan. Pengendalian kerusakan lingkungan daratan dapat dikelompokkan kepada pendekatan pro-aktif atau preventif  dan pendekatan reaktif. Pendekatan preventif ini antara lain melalui perencanaan penataan ruang yang konsisten dan konsekuen, pengelolaan ruang yang tepat, dan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan. Pendekatan reaktif antara lain melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar mengelola lahan yang sudah mengalami kerusakan karena erosi, tercemar dan menghindarkan terjadinya alih fungsi lahan.  Penanggulangan lahan yang tercemar  dianjurkan dengan cara remediasi dan bioremediasi. Sebelum dilakukan kegiatan remediasi perlu diketahui dan dipenuhi persyaratan yang diperlukan. Sejumlah peraturan perundang-undangan dapat dipedomani dalam rangka pengendalian kerusakan tanah dan lahan.